Seimbangkan Antara Reward dan Punishment

Memberikan reward dan punishment pada anak atas apa yang telah dilakukan merupakan kebijakan orang tua dalam mendidik anak-anak. Tapi ada hal-hal yang harus diperhatikan orang tua dalam memberikan reward dan punishment pada anak.

Memberi iming-iming anak berupa hadiah jika anak melakukan kebaikan atau prestasi umum dan sebaliknya memberikan hukuman atau punishment seringkali digunakan orang tua sebagai salah satu bentuk metode pendidikan anak.

Menurut Psikolog Anak dan Remaja, Erna Marina Kusuma M.Psi metode ini baik digunakan jika reward dan punishment yang diberikan seimbang kadarnya dengan usia anak dan ada jangka waktu yang tepat.

Karena, lanjut Erna, pemberian reward dan punishment yang berlebihan bentuk atau dalam penetapan waktunya dapat membuat metode ini tidak berhasil. Dalam pemberian reward sebaiknya diusahakan tidak berupa benda atau materi karena seringkali akan menjadi meningkat nilainya ketika anak menjadi semakin besar.

“Reward tidak hanya berupa benda atau materi tapi bisa juga berupa pujian, pelukan atau penambahan waktu dalam bermain atau menonton televisi.” Jelas Erna.

Namun, jika Anda tetap ingin memberikan reward berupa materi hal yang perlu diperhatikan adalah sesuaikanlah hadiah tersebut dengan usia anak kita. Erna mencontohkan, sebaiknya tidak terlalu mudah memberikan reward berupa gadget seperti komputer tablet jika anak masih terlalu kecil dan belum mengerti fungsi utamanya selain untuk bermain game.

Pemberian hukuman atau punishment pun juga harus disesuaikan. Erna menegaskan agar hukuman yang terlalu keras pada anak seperti memberi hukuman fisik sebaiknya dihindari.

“Tujuan dari punishment itu sendiri hanya untuk menyadarkan dan mengajarkan pada anak untuk bersikap atau mencapai nilai yang baik, bukan justru bertujuan untuk melukai anak dengan memberi anak hukuman fisik,” sambung Erna.

Previous Post

No more post

You May Also Like