Pahami Dunia Bermain Anak

Dunia anak adalah dunia bermain. Namun, orang tua kadang tidak sadar jika anak bukanlah orang dewasa kecil atau anak bukan miniatur orang dewasa karena orang tua selalu meminta anak memenuhi keinginan orang tua termasuk dalam hal bermain.

Seperti yang disampaikan Psikolog Tika Bisono dalam talkshow “Memilih Mainan yang Tepat Untuk Si Buah Hati”. Tika mengatakan ada penelitian menarik yang dilakukan sebuah perusahaan multinasional yang membuat program bertema ‘Bermain Kotor itu Baik’. Penelitian ini melibatkan Indonesia, Vietnam, dan Thailand.

“Hasilnya, Vietnam menganggap bermain itu biasa, ada untuk belajar dan bermain. Thailand mendekati 100% jika bermain adalah belajar. Sedangkan Indonesia menganggap bermain tidak penting, yang penting adalah belajar,” papar Tika.

Hal itu, lanjut Tika bisa menjadi penyebab banyak anak stres di rumahnya sendiri dan sumber stresnya itu justru berasal dari orang tua dengan segala macam tuntutan.

“Sudahkah kita melihat anak kita sebagai bocah atau anak? Atau anak adalah cetakan kita?” tanya Tika.

Anak-anak adalah individu yang sedang belajar dan belum menguasai tapi banyak orang tua yang menggangap anaknya sudah mampu dan gagal berprestasi, kedua situasi itu jelas berbeda. Tika memberi contoh misalnya jika anak diberi mainan yang mengasah kreativitas dengan harga yang tidak murah seperti membuat kalung kreasi sendiri, dari lima kalung, anak hanya berhasil membuat dua kalung. Lalu orang tua memarahi dan malah mengaitkan kegagalannya dengan harga barang yang tidak murah itu.

Setiap orang tua pastinya berharap yang terbaik bagi anak tapi tak jarang justru memaksakan apa yang ada di paradigma orang tua pada anak padahal setiap manusia tidak ada yang sama sekalipun itu anak kandung sendiri. Hal itu justru membuat anak tidak punya tempat untuk mengeksplorasi apa yang dia suka dan apa yang dia tidak suka.

Untuk melatih kreativitas sendiri ada empat langkah yang bisa diterapkan baik untuk orang tua maupun anak

yakni capturing. Jangan biarkan satu ide pun lewat begitu saja walaupun pada saat itu tidak istimewa. Sebaiknya catat semua ide yang muncul dan kumpulkan dalam satu catatan. Orang tua juga sebaiknya ikut terlibat dalam proses ini.

Kedua adalah surrounding yakni memperluas pergaulan dengan banyak orang dari berbagai latar belakang pendidikan dan minat, karena ide kreatif muncul dari hasil interaksi dengan lingkungan.

Ketiga challenging, tantang diri sendiri dan anak untuk memecahkan masalah-masalah rumit, karena biasanya kreativitas muncul mendadak saat mengalami hambatan atau rintangan.

Keempat broadening yakni semangat atau antusias mempelajari hal-hal baru yang tidak berkaitan dengan pendidikan atau pekerjaan. Untuk menjadi pribadi yang kreatif, perlu memiliki wawasan yang luas.

Next Post

No more post

You May Also Like